RT Ku Terbaik Kukar Disiapkan Dukung Internet Gratis, 3.212 RT Berpeluang Nikmati Akses Digital

FRASA.ID,KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong pemerataan akses digital hingga ke tingkat lingkungan masyarakat. Melalui program RT Ku Terbaik, pemerintah daerah tengah mengkaji pemanfaatan sebagian anggaran Rukun Tetangga (RT) untuk pengadaan perangkat internet yang berpotensi menghadirkan layanan internet gratis bagi warga.

Rencana tersebut disiapkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar dengan sasaran sekitar 3.212 RT di seluruh wilayah Kukar. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses informasi sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, komunikasi, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa gagasan tersebut muncul sebagai upaya mengoptimalkan anggaran RT agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan alokasi yang sudah tersedia, pemerintah berupaya membuka peluang penyediaan fasilitas internet tanpa harus bergantung pada penambahan anggaran daerah.

Baca juga  Puji Setyowati Sebut Lubang Eks Tambang Bisa Dimanfaatkan Sebagai Objek Wisata Buatan

Dari alokasi sekitar Rp50 juta untuk setiap RT, kurang lebih Rp29 juta diperuntukkan bagi operasional dan insentif pengurus. Sementara itu, sekitar Rp21 juta lainnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu opsi yang sedang dikaji ialah mengalokasikan sebagian dana tersebut untuk perangkat dan layanan internet.

“Rencananya, masing-masing RT dapat mengadakan perangkat yang nantinya dimanfaatkan untuk menyediakan akses internet bagi masyarakat di lingkungannya. Namun, skema ini masih perlu dikaji agar sesuai dengan kebutuhan dan mekanisme penggunaan anggaran,” ujar Arianto, Rabu (14/10/2026).

Baca juga  Festival Dahau 2025: Momentum Kebangkitan Ekonomi Lokal Kutai Barat

Berdasarkan simulasi awal DPMD Kukar, anggaran sekitar Rp12 juta berpotensi digunakan untuk pengadaan perangkat sekaligus membiayai layanan internet selama kurang lebih tiga bulan. Perhitungan tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti kondisi jaringan, kebutuhan perangkat, serta karakteristik wilayah masing-masing RT.

Arianto menegaskan, rencana internet gratis tersebut belum menjadi kebijakan final. DPMD Kukar masih perlu memastikan kelayakan pelaksanaan, kesesuaian penggunaan anggaran, dan persetujuan pimpinan sebelum program diterapkan. Keberlanjutan layanan juga menjadi perhatian agar fasilitas yang disediakan tidak berhenti beroperasi setelah masa pembayaran awal berakhir.

Baca juga  Arsip COVID-19: Bukti Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dan Warisan Dokumenter

“Jika hasil simulasi mendapat persetujuan pimpinan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan sejalan dengan komitmen Bupati Kukar, program ini diharapkan dapat dilaksanakan. Prinsipnya, pemanfaatan anggaran RT harus tetap mengikuti aturan dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” jelasnya.

Melalui rencana ini, Pemkab Kukar berharap program RT Ku Terbaik tidak hanya mendukung kebutuhan pembangunan di lingkungan permukiman, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh akses digital yang lebih merata. Dengan melibatkan ribuan RT sebagai titik pelayanan, penyediaan internet berpotensi menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas warga di era digital.(adv/diskomkukar)

Bagikan: