Frasa.Id, Kutai Timur – Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur dan Utara (LPADKT) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026-2030.
Pengukuhan tersebut menjadi rangkaian dari Musyawarah Cabang (Muscab) II LPADKT Kutim yang berlangsung di Sangatta, Jumat (2/10/2026) malam. Agenda organisasi itu turut dihadiri jajaran pimpinan DPP LPADKT, unsur pemerintah daerah, serta pimpinan DPRD Kutim.
Dalam forum Muscab, Antonius Mering kembali dipercaya memimpin LPADKT Kutai Timur. Penetapan tersebut menjadi dasar bagi dirinya bersama jajaran pengurus baru untuk menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan.
Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menilai keberadaan organisasi kemasyarakatan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai agenda pembangunan di daerah. Menurutnya, ormas tidak hanya memiliki fungsi sosial, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah.
“Kita melihat organisasi masyarakat ini memiliki ruang yang besar untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan. Dengan peran yang resmi dan terarah, organisasi bisa menjadi kekuatan bersama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur,” ujar Jimmi.
Ia juga menyambut kehadiran jajaran pimpinan pusat LPADKT dalam agenda tersebut. Menurut Jimmi, keterlibatan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah menunjukkan adanya perhatian terhadap keberlangsungan organisasi sekaligus pembangunan di Kutim.
Jimmi berharap pengurus LPADKT periode 2026-2030 tidak hanya menjalankan kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam sejumlah persoalan strategis daerah. Beberapa di antaranya mencakup penguatan kesempatan kerja, pendampingan masyarakat, investasi, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Yang kita harapkan tentu kontribusi nyata. Organisasi bisa ikut membuka ruang kesempatan kerja, hadir ketika masyarakat membutuhkan advokasi, sekaligus mengambil bagian dalam menjaga lingkungan. Semua itu merupakan bentuk kontribusi yang dapat diberikan kepada daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LPADKT, A. Vendy Meru, mengingatkan kepengurusan di daerah agar membangun organisasi dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan internal. Kemandirian tersebut dinilai penting agar organisasi memiliki fondasi yang kuat dalam menjalankan program.
Vendy juga meminta seluruh anggota dan pengurus menaati aturan organisasi serta menjaga nama baik LPADKT. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan mengingatkan seluruh jajaran agar tidak terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan hukum.
“Kita harus membangun kemandirian dengan kemampuan sendiri. Kalau ada perusahaan yang ingin diajak bekerja sama, tempatkan mereka sebagai mitra. Bukan dengan meminta-minta, tetapi melalui kerja sama yang jelas, profesional, dan sama-sama memberikan manfaat,” tegasnya.






