Festival Pemuda Kreatif 2025, Bukti Pemkab Kutim Serius Bangun Generasi Muda

Suasana penutupan Festival Pemuda Kreatif 2025

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang kreatif, produktif, dan berdaya saing melalui penyelenggaraan Festival Pemuda Kreatif 2025.

Acara yang berlangsung di lapangan depan Gedung DPRD Kutim itu menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam memberi ruang bagi anak muda untuk berkarya dan menyalurkan potensinya secara positif.

Festival yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi langkah strategis dalam membentuk karakter dan menumbuhkan semangat kolaboratif di kalangan generasi muda.

Pemerintah ingin memastikan bahwa kreativitas dan rasa ingin tahu anak muda tersalurkan pada hal-hal produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang hadir dan membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

Baca juga  Kutim Masuki Era Smart Traffic, ATCS Mulai Beroperasi Januari

Ia menilai, semangat juang anak muda masa kini harus sejalan dengan semangat para pemuda di masa perjuangan kemerdekaan.

“Para pemuda sangat luar biasa. Kontribusi mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan patut kita apresiasi dan teladani,” ujarnya dengan penuh semangat, Jumat (7/11/2025).

Mahyunadi mencontohkan Boedi Oetomo, organisasi pergerakan nasional pertama yang dipelopori oleh anak muda berusia di bawah 20 tahun.

Menurutnya, semangat tersebut harus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk berani berbuat, berinovasi, dan membawa perubahan positif di era modern.

“Ini menjadi gambaran bahwa Indonesia lahir dari semangat pemuda. Perubahan besar selalu dimulai dari mereka,” tambahnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak lagi berupa penjajahan fisik, melainkan perjuangan melawan diri sendiri — melawan kemalasan, kecanduan gawai, dan perilaku negatif seperti judi serta narkoba.

Baca juga  2.521 Peserta Mengikuti SKD CPNS Pemkab Kutim, BKPSDM Tegaskan Tak Ada Titipan

“Kalau dulu pemuda melawan penjajah, sekarang tantangannya adalah melawan diri sendiri. Jangan sampai kreativitas yang dimiliki teralihkan ke hal-hal yang merugikan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Kutim turun langsung memberikan arahan, pendampingan, dan dukungan anggaran untuk berbagai kegiatan positif bagi pemuda.

Melalui program seperti Festival Pemuda Kreatif, pemerintah ingin memastikan anak muda memiliki wadah untuk berekspresi sekaligus mengasah kemampuan mereka.

“Pemerintah hadir untuk memberi ruang dan arah bagi pemuda kreatif agar kreasinya tetap positif dan membangun,” jelas Mahyunadi.

Festival Pemuda Kreatif 2025 juga menjadi wadah bagi berbagai komunitas lokal untuk menampilkan karya, inovasi, dan ide-ide baru.

Baca juga  Rendi Solihin Ajak Warga Datang ke Ramadhan Keren, Sholawatan Bersama MT Syifaul Qulub

Pemerintah berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi tradisi tahunan yang menumbuhkan semangat wirausaha, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas bidang di kalangan generasi muda Kutai Timur.

Menutup sambutannya, Mahyunadi berpesan agar para pemuda tidak berhenti bermimpi dan berkreasi.

“Rajinlah berusaha, rajin bekerja, terus tingkatkan kreativitas, dan jangan lupa sisipkan doa dalam setiap langkah. Karena doa dan kerja keras itulah yang akan membawa kita sukses,” pesannya.

Festival Pemuda Kreatif 2025 pun menjadi lebih dari sekadar perayaan seni dan ide.

Ia menjelma menjadi simbol harapan baru—bahwa dengan dukungan penuh dari Pemkab Kutim, anak muda Kutai Timur siap menjadi generasi tangguh, kreatif, dan berintegritas untuk masa depan daerah dan bangsa. (ADV)

Bagikan: