Jalan Poros Desa Tani Bhakti Diperbaiki Setelah 11 Tahun Rusak

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA- Kepala Desa Tani Bhakti Muhammad Amin mengaku bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ia tak menyangka, keluhannya mengenai permasalahan infrastruktur jalan mendapat respon cepat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Menurut Amin, jalan poros di Desa Tani Bhakti memang pantas mendapat perbaikan. Ia mengungkapkan sejumlah alasannya.

Pertama, jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat sekitar. Banyak kendaraan yang melintasi jalan ini sebagai jalan utama.

Baca juga  Karya Kreatif Kubar Mendunia: Bupati Dorong Perajin Tingkatkan Inovasi di Festival Dahau 2025

Kedua, jalan poros di Desa Tani Bhakti lama tak terjamah. Setidaknya, sudah 11 tahun warga di desa tersebut menanti perbaikan jalan rusak.

“Saya sangat berterimakasih kepada Pemkab Kukar melalui Dinas PU. Sudah 11 tahun kami menunggu, namun baru tahun ini bisa terealisasikan,” ungkapnya, Rabu (8/11/2023).

Sebagaimana diketahui, perbaikan jalan poros di Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan menggunakan konstruksi jalan cor beton Ready Mix.

Baca juga  Dinas PU Kukar Garap Pembangunan RSUD Tipe C di Muara Badak, Ada Pesan Dari Bupati

Konstruksi jalan beton menjadi pilihan karena dapat menahan kendaraan yang berat, tahan terhadap genangan air dan banjir.
Biaya perawatannya juga lebih murah jika dibandingkan jalan aspal, tidak perlu merubah struktur tanah pada permukaan yang lemah.

Adapun, perbaikan jalan poros di Desa Tani Bhakti memiliki lebar 5,5 meter dengan ketebalan 20 centimeter. Jalan poros ini juga menjadi jalan pertanian yang dimanfaatkan oleh warga desa. Untuk itu, Amin berharap perbaikan jalan di desanya bisa berlanjut tahun depan.

Baca juga  Dinas PU Kukar Segera Mutakhirkan Status Ruas Jalan

“Mudahan perbaikan jalan ini bisa dilanjutkan tahun depan, supaya jalan poros di Desa Tani Bhakti bagus dan mulus,” harap Amin.

“Ini jalan utama untuk transportasi masyarakat, satu-satunya jalan poros dan memang sangat vital. Kalau jalan rusak, masyarakat pasti mngeluh ke Kepala Desa,” pungkasnya. (ADV)

Bagikan: