FRASA.ID KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan Arbizz Space di Tenggarong sebagai kawasan baru yang menggabungkan aktivitas usaha, kuliner dan pariwisata. Pengembangan kawasan tersebut ditargetkan dalam lima tahun ke depan hingga menjadi salah satu ikon baru ibu kota Kukar.
Arbizz Space yang berada di kawasan Taman Pujasera Tenggarong tersebut sebenarnya telah mulai beroperasi sekitar satu bulan sebelum resmi diluncurkan pada Sabtu malam (3/10/2026). Dari 58 tenan yang disediakan, seluruhnya telah dikontrak oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal Kukar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Muhammad Reza mengatakan, saat ini 54 tenan sudah menjalankan aktivitas usaha. Sementara empat tenan lainnya masih dalam tahap rehabilitasi sebelum dapat digunakan.
“Dari 58 tenan yang ada di sini, semuanya sudah berkontrak. Memang saat ini yang beroperasi itu ada 54 tenan. Empat tenan masih dalam rehab,” kata Reza saat peluncuran Arbizz Space dan KukarGo di Panggung Arbizz Space Tenggarong.
Menurut Reza, keterlibatan UMKM tidak hanya berasal dari Kecamatan Tenggarong. Pemerintah membuka ruang bagi pelaku usaha dari berbagai wilayah Kukar untuk memperkenalkan produknya di kawasan tersebut.
Salah satunya adalah pelaku usaha asal Kecamatan Kembang Janggut, tepatnya dari kawasan sekitar Hambau, yang membuka usaha kopi. Keberagaman asal pelaku usaha tersebut diharapkan membuat Arbizz Space menjadi tempat bertemunya berbagai produk lokal Kukar.
Selain menggerakkan UMKM, Reza melihat lokasi Arbizz Space memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu daya tarik baru Tenggarong. Posisi kawasan yang mudah terlihat dari akses jembatan dinilai menjadi keunggulan untuk memperkenalkan kawasan tersebut kepada masyarakat maupun wisatawan.
“Kita turun dari jembatan, itu sudah terlihat di Tenggarong. Ini salah satu ikon,” ujarnya.
Reza menjelaskan, pengembangan Arbizz Space dilakukan secara bertahap. Pada tahun pertama, pemerintah lebih memprioritaskan terciptanya keramaian dan memperkenalkan kawasan tersebut kepada masyarakat. Setelah basis pengunjung terbentuk, pengembangan akan diarahkan menuju fungsi yang lebih luas.
Target akhirnya, Arbizz Space tidak hanya dikenal sebagai pusat kuliner dan UMKM, tetapi juga menjadi salah satu pilihan destinasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Tenggarong. Dengan begitu, wisatawan diharapkan memiliki alternatif kunjungan selain sejumlah destinasi yang sudah lebih dahulu dikenal, seperti Museum Mulawarman dan Pulau Kumala.
“Jadi orang ke sini bukan hanya ke museum dan ke Pulau Kumala, tetapi juga ini menjadi salah satu destinasi wisata bersamaan dengan pusat kulinernya,” jelas Reza.
Untuk menjaga aktivitas kawasan tetap berjalan, Dinas Koperasi dan UKM Kukar menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan Arbizz Space. Kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan tenan, tetapi juga penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event secara berkala.
Reza menilai keterlibatan pihak ketiga dapat membantu pemerintah daerah dalam menjaga kawasan tetap aktif sekaligus menghemat biaya penyelenggaraan kegiatan. Pemerintah fokus pada pengelolaan tenan, sedangkan pihak pengelola membantu menghadirkan berbagai event untuk meningkatkan kunjungan.
“Kita kontrak dengan pihak ketiga itu bukan hanya terkait dengan menyewakan tenannya, tapi juga memajukan kawasannya,” pungkas Reza.
Dengan strategi tersebut, Pemkab Kukar berharap Arbizz Space dapat berkembang secara bertahap menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif sekaligus destinasi baru yang memperkuat daya tarik Tenggarong.(adv/diskomkukar)





