Arbizz Space Tenggarong, Bupati Aulia Ungkap Makna Unik di Balik Nama Pusat Kuliner Baru

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA- Arbizz Space Tenggarong menjadi wajah baru ruang publik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Berlokasi di kawasan Bundaran Tuah Himba, pusat kuliner ini tidak hanya menawarkan beragam pilihan makanan, tetapi juga menghadirkan ruang bagi aktivitas olahraga, seni, dan interaksi masyarakat.

Di balik konsep kawasan yang memadukan berbagai aktivitas tersebut, tersimpan cerita menarik mengenai asal-usul namanya. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengungkapkan bahwa nama Arbizz merupakan singkatan dari Aulia Rendi Bisnis.

Hal itu disampaikannya saat memberikan tanggapan mengenai kehadiran pusat keramaian baru di Tenggarong, Jumat (25/9/2026).

“Arbizz itu kan singkatan dari Aulia Rendi Bisnis,” ujar Aulia sembari berseloroh.

Meski disampaikan dengan nada santai, penamaan tersebut menjadi bagian dari cerita di balik hadirnya kawasan yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Arbizz Space Tenggarong Jadi Ruang Baru bagi UMKM Lokal

Kehadiran Arbizz Space Tenggarong memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat melalui kawasan yang menggabungkan kegiatan perdagangan dan rekreasi.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sekitar 58 tenant UMKM yang telah mengisi kawasan tersebut. Berbagai produk ditawarkan, mulai dari minuman kopi, es krim, jajanan tradisional khas Kutai, hingga aneka makanan berat.

Keberagaman pilihan kuliner ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung. Masyarakat dapat menikmati berbagai sajian dalam satu kawasan tanpa harus berpindah lokasi.

Baca juga  Pembangunan Jalan Usaha Tani di 5 Kecamatan Ditarget Rampung 2024

Selain menjadi tempat berjualan, keberadaan tenant UMKM juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan produk mereka kepada konsumen yang lebih beragam.

Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Soft Opening Berlangsung pada 19 September

Sebelum dibuka untuk masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sempat merencanakan pelaksanaan grand opening Arbizz Space secara meriah.

Namun, agenda tersebut harus mengalami penundaan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Kabut asap yang sempat menyelimuti sebagian wilayah Tenggarong menjadi salah satu pertimbangan dalam penyesuaian jadwal kegiatan.

Meski demikian, penundaan acara peresmian tidak menghalangi kawasan tersebut untuk mulai beroperasi.

Arbizz Space akhirnya menggelar soft opening pada 19 September 2026. Sejak dibuka, kawasan ini mulai menarik perhatian masyarakat yang ingin menikmati suasana baru di pusat Kota Raja.

Tingginya antusiasme pengunjung turut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam merancang kegiatan lanjutan agar kawasan tersebut dapat terus dimanfaatkan secara optimal.

Tak Hanya Kuliner, Arbizz Space Hadirkan Fasilitas Olahraga dan Musik

Salah satu hal yang membedakan Arbizz Space dari kawasan kuliner pada umumnya adalah keberadaan fasilitas yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

Baca juga  Puji Setyawati Harap Akmal Malik Bawa Kemajuan Untuk Kaltim

Di area terbuka, pengelola menyediakan skatepark yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas skateboard dan BMX. Fasilitas ini memberikan ruang bagi anak muda untuk menyalurkan minat dan mengembangkan keterampilan mereka dalam kegiatan olahraga.

Keberadaan skatepark juga memperluas fungsi kawasan, sehingga pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati makanan dan minuman, tetapi juga melakukan aktivitas fisik bersama komunitas.

Sementara itu, bagi masyarakat yang menyukai hiburan musik, Arbizz Space menghadirkan Swara Arbizz, panggung terbuka yang memberikan kesempatan kepada musisi lokal untuk tampil.

Melalui panggung tersebut, para pelaku seni musik di Tenggarong memiliki ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Perpaduan fasilitas kuliner, olahraga, dan hiburan ini menjadikan Arbizz Space sebagai ruang publik yang dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak muda hingga keluarga.

Pemkab Kukar Siapkan Agenda Safari Subuh

Pengembangan Arbizz Space Tenggarong tidak hanya berfokus pada aktivitas sore dan malam hari. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga menyiapkan sejumlah agenda untuk memperluas pemanfaatan kawasan tersebut.

Salah satu kegiatan yang direncanakan adalah Safari Subuh. Agenda keagamaan ini diharapkan dapat menghidupkan kawasan sejak pagi hari sekaligus menghadirkan ruang interaksi masyarakat melalui kegiatan positif.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Arbizz Space sebagai ruang publik yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, tidak terbatas pada kegiatan ekonomi dan hiburan.

Baca juga  HUT ke-244 Tenggarong, Aulia Rahman Basri Dorong Pembangunan Kota Berbasis Budaya

Dengan adanya kegiatan pada waktu yang berbeda, kawasan ini diharapkan memiliki fungsi yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat Tenggarong.

Area Kontainer Ditargetkan Beroperasi Awal Oktober

Pengembangan Arbizz Space juga masih terus berjalan. Area kontainer yang berada di bagian belakang kawasan saat ini tengah dipersiapkan untuk menambah kapasitas dan pilihan kuliner bagi pengunjung.

Area tersebut ditargetkan mulai dibuka pada awal Oktober 2026 mendatang.

Penambahan ruang usaha ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi pelaku UMKM untuk bergabung sekaligus memperkaya variasi produk yang tersedia di Arbizz Space.

Dengan bertambahnya tenant, masyarakat nantinya akan memiliki lebih banyak pilihan kuliner dan aktivitas ketika berkunjung ke kawasan tersebut.

Pengembangan secara bertahap ini juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan keberadaan Arbizz Space sebagai salah satu ruang publik baru di Tenggarong.

Kehadiran Arbizz Space memperlihatkan bagaimana sebuah kawasan dapat dikembangkan dengan menggabungkan berbagai fungsi dalam satu tempat. Selain menjadi lokasi usaha bagi puluhan UMKM, kawasan ini juga menyediakan ruang rekreasi, fasilitas olahraga, dan panggung bagi pelaku seni lokal.

Dengan konsep tersebut, Arbizz Space diharapkan dapat terus berkembang sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus mendukung pergerakan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara.(adv/diskominfokukar)

Bagikan: