FRASA.ID, KUTAI BARAT– Wakil Bupati Kutai Barat, H. Nanang Adriani, menghadiri acara Mujahadah Nisfussanah dan Do’a Bersama untuk Bangsa yang diselenggarakan oleh Lembaga Perjuangan Wahidiyah Provinsi Kalimantan Timur. Acara yang berlangsung pada Sabtu (1/11) malam di Lapangan Bola Petras Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, ini dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, termasuk Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Momentum Spiritual yang Mendalam
Mujahadah Nisfussanah adalah ritual pengamalan Sholawat Wahidiyah yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual, memperkuat ukhuwah antar pengamal Wahidiyah, serta mengusahakan kejernihan hati dan ketenangan batin. Dengan tema “Mujahadah Nisfussanah dan Do’a Bersama untuk Bangsa,” acara ini menegaskan pentingnya spiritualitas dan doa dalam menjaga keutuhan bangsa.
Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat
Dalam sambutannya, Wabup H. Nanang Adriani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengamal Sholawat Wahidiyah. Beliau juga merasa terhormat atas kehadiran Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri dari Pondok Pesantren Kedunglo, Kediri, yang memberikan tausiyah dan bimbingan rohani.
“Kehadiran Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid merupakan kehormatan besar bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Ini menjadi motivasi untuk terus meneladani semangat perjuangan Wahidiyah dalam meningkatkan kesadaran kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW,” ujar Wabup H. Nanang Adriani.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan seperti ini, karena memiliki peranan penting dalam memperkokoh kehidupan beragama yang damai, mempererat persaudaraan antarumat, serta menumbuhkan karakter masyarakat yang berakhlak mulia.
Tujuan Mulia Mujahadah Nisfussanah
Kegiatan Mujahadah Nisfussanah ini memiliki beberapa tujuan mulia, antara lain:
– Meningkatkan kualitas kesadaran pengamal Wahidiyah dalam berbagai aspek kehidupan.
– Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap perjuangan Fafirru Ilallah wa Rasulihi SAW.
– Mewujudkan persatuan dan kesatuan antar pengamal Wahidiyah.
– Menyebarluaskan Sholawat Wahidiyah di kalangan masyarakat luas.
– Menanamkan cinta yang mendalam kepada Rasulullah SAW.
Pesan dari Roda Berjuang Wahidiyah
Indrawan, perwakilan panitia sekaligus anggota Roda Berjuang Wahidiyah, mengajak seluruh jamaah untuk terus berbuat baik melalui pengamalan Mujahadah dan tetap konsisten dalam perjuangan. “Perjuangan Wahidiyah adalah keyakinan bersama seluruh lapisan masyarakat untuk sadar dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Doa untuk Keselamatan Bangsa
Acara Mujahadah Nisfussanah dan Do’a Bersama tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran bangsa Indonesia. Semangat kebersamaan dan spiritualitas yang terpancar dari acara ini diharapkan dapat terus membimbing masyarakat Kutai Barat menuju kehidupan yang lebih baik dan harmonis.(Adv/Kr)





