FRASA.ID,KUTAI KARTANEGARA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyasar pembangunan infrastruktur pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu pekerjaan utama dalam program tersebut ialah peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.180 meter yang ditargetkan rampung pada 11 November 2026.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pelaksanaan TMMD merupakan bentuk kolaborasi pemerintah daerah dengan TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan, khususnya di kawasan perdesaan. Program tersebut mencakup kegiatan fisik dan nonfisik yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Menurut Aulia, peningkatan jalan usaha tani diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 100 hektare lahan pertanian. Akses yang lebih baik diharapkan memudahkan aktivitas petani, menekan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
“Dengan dukungan infrastruktur ini, kami berharap kegiatan pertanian masyarakat semakin lancar. Dampaknya diharapkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penurunan biaya usaha tani dan kesejahteraan petani,” ujarnya saat pembukaan TMMD ke-130, Selasa (13/10/2026).
Komandan Kodim (Dandim) Kukar Letkol Arm Benny Budiman menjelaskan, program TMMD dilaksanakan melalui kerja sama lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Untuk pembangunan jalan usaha tani, pengerjaan dilakukan menggunakan material agregat B lokal.
Selain jalan usaha tani, sasaran fisik TMMD meliputi pembangunan lima unit MCK, renovasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan satu musala, pembangunan gorong-gorong, serta lima jembatan kayu. Program ini juga mencakup pembangunan lima titik sumur bor untuk mendukung kebutuhan air, termasuk pengairan lahan pertanian.
Benny menyebut Desa Jembayan Tengah dipilih berdasarkan usulan pembangunan yang telah diajukan sejak 2025 melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa. Selain mempertimbangkan kebutuhan infrastruktur pertanian, lokasi tersebut dinilai strategis karena menjadi salah satu jalur penghubung menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 150 prajurit TNI dari berbagai satuan dilibatkan. Personel TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara dari Balikpapan juga turut mendukung kegiatan tersebut.
Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD ke-130 turut menghadirkan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, edukasi stunting, serta pelayanan pengobatan gratis. Kegiatan tambahan berupa santunan bagi anak yatim juga menjadi bagian dari rangkaian program.
Bupati Aulia berharap pelaksanaan TMMD dapat terus berlanjut dan diperluas ke wilayah lain di Kukar. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat desa.
Sementara itu, Benny menegaskan seluruh sasaran program direncanakan dikerjakan selama satu bulan. Dengan target penyelesaian pada 11 November 2026, pembangunan tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan masyarakat, terutama petani yang membutuhkan akses lebih baik menuju lahan usaha mereka.(adv/diskomkukar)






