FRASA.ID,KUTAI KARTANEGARA — Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) dengan total 151 jiwa terdampak kebakaran yang terjadi di kawasan Danau Aji, Jalan Alimudin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bersama sejumlah instansi bergerak menangani kebutuhan warga setelah kebakaran yang berlangsung pada Senin (5/10/2026) sore hingga malam tersebut. Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan logistik, dapur umum hingga pendampingan pengurusan dokumen kependudukan yang ikut hilang dalam musibah.
Asisten I Sekretariat Daerah Kukar, Akhmad Taufiq Hidayat, mengatakan pemerintah daerah tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi juga berupaya memastikan warga terdampak memperoleh dukungan selama masa pemulihan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan duka dan perhatian yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Taufiq setelah meninjau lokasi, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah dilibatkan dalam penanganan warga. Di antaranya Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta instansi terkait lainnya.
Bantuan kebutuhan dasar juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama belum kembali ke tempat tinggal masing-masing.
“Yang terpenting adalah kehadiran pemerintah daerah. Kita memberikan dukungan moral, semangat, dan bantuan yang mudah-mudahan dapat meringankan beban saudara-saudara kita dalam beberapa hari ke depan,” katanya.
Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara, Pemkab Kukar memberikan perhatian terhadap dokumen kependudukan warga. Korban yang kehilangan KTP, KK maupun dokumen penting lainnya akan mendapatkan bantuan pelayanan dari Dukcapil untuk mempercepat proses penerbitan kembali dokumen.
Sementara itu, Lurah Melayu Muhammad Hafidz menyebut data sementara posko mencatat 27 rumah pribadi terdampak. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena terdapat rumah sewaan, kontrakan dan bangsal di kawasan yang terdampak kebakaran.
“Dari data sementara, ada 50 kepala keluarga dengan 151 jiwa yang terdampak,” kata Hafidz.
Ia memperkirakan jumlah keseluruhan bangunan hunian yang terdampak dapat mencapai sekitar 50 rumah. Sebagian besar bangunan di kawasan tersebut merupakan rumah kontrakan, dengan sekitar 70 persen berada dalam kategori tersebut.
Dari 151 warga terdampak, tercatat tiga anak belum bersekolah, 16 siswa tingkat SD, empat siswa SMP, delapan siswa SMA dan 10 mahasiswa. Hafidz juga memastikan tidak terdapat korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, seorang warga lanjut usia sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap dan telah mendapatkan penanganan.
Untuk mendukung warga selama berada di pengungsian, pemerintah kelurahan bersama instansi terkait membuka dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik. Pendataan juga terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan setiap keluarga terdampak.
Sejumlah tempat disiapkan sebagai lokasi tinggal sementara bagi warga yang belum memiliki tempat untuk bermalam, yakni Masjid Muhammadiyah, TK ABA dan BPU Balai Kelurahan Melayu.(adv/diskomkukar)






